Yang Berbakatlah yang akan dikenang

Pemilik Blog

Zainuddin
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts
Showing posts with label kisah inspiratif. Show all posts

Friday, 24 November 2017

On November 24, 2017 by zainuddin in    No comments


Akulah seragam SMA kemeja putih polos dan siap di kotori pilox warna saat pemilikku lulus nanti
Akulah seragam sma symbol masa muda sekaligus saksi nyata bagaimana generasi muda negeri ini mengenal dunia dengan bekal moral seadanya.
Dibagian dada tertempel atribut osis sebagai lambang kaum  berpendidikan
Sengaja lambing itu di simpan di bagian dada agar selalu dekat dengan hati sang pemakainya
Ya dulu memang aku perna merasa bahwa aku di buat sedemikian rapih dan berwibawah
Di pakai oleh generasi muda untuk mencetak prestasi dan meraih mimpi mereka yang jauh di atas bintang
Aku tidak seperti seragam SD atau SMP yang pemiliknya selalu pulang tepat waktu dan patuh terhadap aturan rumah
Pemilikku lebih dewasa dan kritis serta terkadang mereka berbohong
Ngaku kerja kelompok padahal nongkrong dengan teman atau kencang dengan kenalan baru
Aku sempat berfikir bahwa kelak setelah aku puas menyerat keringan prestasi
aku akan berfoto dengan trofi atau mendali
Tapi rupanya aku menemukan sebangsaku terkoyak, robek, bahkan berlumuran darah karena tawuran antar pelajar atau kecelakaan balapan liar
Sedangkan seragam yang lain kutemukan kotor dan bau terkena pil oplosan, asap rokok, serta muntahan sisa pengalaman minum-minum bersama teman
Banyak oula saku-saku yang menyembunyikan obat terlarang
Padahal bukan itu harapan seragam sma
Nasibku sendiri ternyata lebih mamalukan
Aku dilucuti dilemparnya, aku malu sekali melihat pemilikku berzina
Tapi apa dayaku ini yang hanya selembar seragam
 Aku ingat betul bahwa aku dibuat oleh seorang ibu dengan sepenuh hati
Tak tanggung-tanggung dua hari dua malam aku di jahit demi anak kesayangannya
Dalam setiap tusukan jarum dan bentangan benang di tubuhku tertanam harapan sang ibu
Katanya
pergilah kamu ketempat-tempat baru anakku bertemanlah dengan orang-orang  baru
Tumbulah menjadi lebih dewasa
tapi ingat Semakin tinggi sebatan pohon semakin besar pula angina yang mengguncang
Tak usah takut kalah dengan badai
Ingatlah bahwa kamu punya akar yang kokoh
akar iman dan islam
Jadilah manusia yang mulia apapun yang terjadi
Kini aku tak lagi berani berharap
Semakin jauh bayanganku untuk berfoto dengan piala dan mendali
Bukan Cuma masa depan  pemilikku saja yang hancur
Tapi hati perasaan sang ibu saja yang menciptakan ku juga
Rasanya aku ingin bunuh diri saat mengetahui sang ibu yang menjahitku sedang meringkut didalam kamar
Sang ibu mengalami sebuah episode yang di sebut skisut
Mengerikan sekali
Sang ibu tidak bisa lagi merasakan emosi sedikit pun
Ini lebih menderita dari pada marah, malu, ataupun kecewa
Percuma saja pemilikku minta maaf dan menyesal
Karena itu tidak akan merubah harapan membuatku menjadi perawan lagi
Aku hanyalah satu dari seragam sejenisku yang tidak bisa berbuat banyak
Semoga generasi muda selanjutnya lebih sadar akan harapan suci kami.
AKULAH SERAGAM SMA berupa kemejah putih polos yang siap di kotori pilox warna saat pemilikku lulus nanti
Untuk generasi muda Indonesia yang lebih baik dan berprestasi

Wednesday, 25 October 2017

On October 25, 2017 by zainuddin in    No comments


CINTA DAN PERSAUDARAAN

Rasulullah SAW bersabda “tidak beriman salah seorang di antara kalian, hingga mencintai saudaranya bagai mencintai dirinya sendiri” ( HR. Bukhari dan Muslim)
Antara iman , cinta dan persaudaraan dalam kaca mata islam adalah tiga kata yang memiliki hubungan yang erat. Seseorang tidak dapat di katakan beriman bila tidak memiliki rasa cinta. Cinta merupakan ruh persaudaraan.
Mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri merupakan manifestasi dari iman yang ada dalam hati seseorang . orang beriman akan melakukan hal-hal terbaik ubtuk saudaranya jika memberikan sesuatu akan memberikan yang teraik. Perilaku semacam ini akan semakin mempererat tali persaudaraan, setiap orang pasti akan merasakan betapa dia di cintai, di hargai dan dihormati, sehingga secara otomatis akan mencul di lubuk hatinya paling dalam keinginan untuk melakukan yang terbaikuntuk sesame, ini merupakan fitra manusia sebagai makhluk social.
Dalam kehidupan sehari-hari sering di jumpai pertikaian ,permusuhan , penganiayaan, pembunuhan dan praktek kejahatan lainnya, semua yang terjadi karena hati yang buruk dan telah rusak. Rasulullah bersanda” apabilah iya baik maka seluruh jasad akan baik, dan apabila rusak maka akan menjadi rusaklah semua jasad, ketahuilah dialah hati”. ( HR Bukhari dan Muslim).
Hati yang rusak ibarat tanah kering tandus dan penuh dengan bebatuan, sulit di tumbuhi benih benih cintadan kasi sayang. Yang tumbuh subur didalamnya hanya dendam, kebencian keserakahan dan kepongahan.inilah yang menjadi penyebab utama rusaknya tali persaudaraan.
Dalam proses semacam itu hanya cenderung menperturutkan hawa nafsunya, mementingkan diri sendiri dan tidak tau kepentingan oang lain. Penyabab rusaknya hati seorang manusia dikarenakan keengganan dalam memahami petunjuk allah SWT baik berupa ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniah. Petunjuk Allah SWT ibarat air hujan yang tercurah dari langit kemudian turung kebumi menyuburkan tanah gersang dan menumbuhkan biji-bijian, demikian pula dengan hati manusia jika disinari dengan petunjuk cahaya ilahi dan menumbuhkan benih-benih cintah dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang adalah syarat utama membangun persaudaraan, salah satu upaya menjauhi hati yang buruk dan selalu menjaga suasana hati di tengah-tengah komunitas yang beragam.
Rasulullah SAW bersabda jangan lah kalian saling membenci, saling mendengki, saling bermusuhan dan saling memutuskan tali silaturahmi , jadilah kalian hamba-hamba allah yang bersaudara lebih dari tiga hari (HR. Bukhari dan Muslim). Manusia harus menyadari bahwa perbuatan saling membenci , saling dengki, dan saling bermusuhan adalah perbuatan setan. Tumbuhkan rasa persaudaraan dalm hatimu yang subur karena disanalah letaknya hubungan yang harmonis dapat tercipta.

Tuesday, 19 September 2017

On September 19, 2017 by zainuddin in    No comments
RAMADHANI, sekalipun sedang sekarat, aku masih ingat dengan ucapanku pada suatu kali. Di satuan waktu yang lain, berkali-kali kukatakan kelak aku akan lebih dulu pergi darimu. "Mati muda," kataku datar. Dan kau selalu saja mengunci mulutku dengan cara mencium bibirku. Memutus kata-kataku yang menurutmu tidak pantas. Hanya saja pada satu waktu, sebelum akhirnya kita harus berpisah untuk meluncur dihembuskan ke perut bumi, kau sempat menampar pipi kiriku ketika lagi-lagi aku mengulang kalimat tentang kematian itu. Tidak ada lagi ciuman seperti biasanya. Aku berpikir mungkin kau sudah tak bisa bersabar menghadapiku. Atau kau terlalu takut? Padahal aku sudah begitu sering bicara tentang daun yang bertuliskan namaku di ranting pohon itu. Bahwa dia, kataku, sedang menguning dan beranjak kering untuk kemudian bersegera gugur. Usianya sangat pendek, tidak akan sampai menyaingi usia kita di sana.

Tetapi kemudian kita bertemu lagi di tempat yang kita sebut kehidupan. Hanya saja situasi yang ada sangat berbeda. Kita masih seusia, tetapi tidak bisa dikatakan sebagai seorang yang dewasa. Bicara saja kita masih tidak tertata rapi. Ke sana kemari, khas bahasa anak-anak. Semua sangat berbeda dengan apa yang pernah kita lalui bersama di satuan waktu yang lampau. Sebelum kita berdua tertiupkan ke alam ini.

NAFASKU terpatah-patah. Aku merasa sangat lelah. Seperti seorang perempuan renta yang sedang menunggu masa tutup usia. Berjalan hanya dalam khayal yang sesungguhnya kedua kaki tak pernah melangkah kemana pun. Tapi aku memang belum tua. Meski juga tak bisa berlari-lari. Aku hanya terus berbaring dan berbaring. Sejak kepergian ayahku ke surga. Mataku masih menampung sekian banyak buliran bening yang belum mendapat giliran untuk tumpah. Aku terlanjur tertidur. Dan kini, aku bermimpi.

Ayahku berdiri dalam nuansa yang begitu lembut namun terkesan asing bagiku. Aku mencoba memanggilnya, tetapi suaraku tersumbat di tenggorokanku yang kering. Sudah lama sekali aku tidak minum air lewat mulutku. Hanya selang infus itu yang terus menembus tangan kananku selama ini. Ayahku begitu sunyi, seolah tak melihat kehadiranku di sini. Barangkali debur rindu di dadaku yang membuncah tak cukup keras untuk menjadi tanda keinginanku bertemu dengannya?

Aku melihat lagi gambaran ketika ayahku meninggalkanku dan ibuku. "Ayah harus ke luar negeri," kata ibuku padaku suatu malam.

"Untuk apa?" tanyaku.
"Untuk bekerja," sahut ayahku. "Ayah janji tidak akan pergi lama. Kau bisa menandai hari dengan terus mencoreti setiap penanggalan di kalender meja kerja ayah. Setiap hari. Dan tanpa kau sadari, ayah sudah akan kembali di sini."

Aku memasang wajah tak percaya, "Ayah janji?"
Ayahku mengangguk mantap. Ibuku tersenyum melihat tingkahku. Dan aku mengantarkannya ke bandara dengan berat hati.

Selanjutnya, aku disibukkan dengan mencoreti kalender milik ayahku. Tetapi ayahku pergi begitu lama. Sampai aku kelelahan menunggu dan mulai malas mencoreti kalender seperti yang pernah diminta ayah. Aku mulai menangis dan marah pada ibuku, juga semua orang. Tubuhku melemah karena aku selalu menolak makanan bahkan minuman. Aku enggan bicara, termasuk pada teman sepermainanku, Ramadhani. Sampai suatu hari ibuku mengatakan kalau ayahku tidak akan pulang lagi. "Ayah sudah terbang ke surga," katanya.

Sejak itu aku sangat membenci angka-angka. Aku benci penanggalan dan tidak mau melihat kalender terpajang di rumah. Aku benci menghitung sesuatu. Aku juga mulai suka melukai diriku sendiri. Hingga akhirnya aku jatuh sakit dan harus terbaring di rumah sakit yang bagiku baunya sangat tidak enak.

Bayangan ayahku dan nuansa lembut itu perlahan-lahan memudar. Aku mencari-cari dan menajamkan pandanganku, tetapi percuma. Di hadapanku, suasana berganti menjadi demikian putih dan rapat oleh kabut tebal yang mengeluarkan hawa dingin. Satu sosok laki-laki dewasa tampak berjalan menembus kabut menuju padaku. Tubuhnya jauh lebih tinggi dariku. Dia tersenyum dan menggandeng tanganku. Kulit tangannya terasa begitu halus di telapakku.

Sambil mengajakku untuk duduk, laki-laki itu bercerita tentang langit dan menyebut-nyebut surga. Aku teringat pada ayahku dan bertanya kepada laki-laki di sebelahku, "Apa ayahku ada di sana?"

"Benar," jawabnya.
"Di mana?"
"Di langit ke tujuh."
"Apa kita bisa ke sana?" tanyaku tak sabar.
"Kelak kita akan ke sana. Tapi, ada syaratnya."
"Apa syaratnya?" sahutku semangat.
"Kau terlebih dulu harus bisa menghitung jumlah langit itu. Kalau tidak, kau tidak akan bisa sampai ke tempat ayahmu. Karena kau akan tersesat."

"Kalau begitu lupakan! Aku tidak mau menghitung. Aku benci angka-angka!" aku berteriak.
"Di langit, kau juga bisa menghitung bintang-bintang."
"Aku tidak mau menghitung langit atau apa pun."
"Percayalah, kau akan menyukainya."
"Untuk apa aku menghitung bintang-bintang?"
"Mungkin di sana ayahmu juga sedang menghitung bintang-bintang."
"Benarkah?"

Laki-laki itu mengangguk. Aku memeluknya tanpa ragu-ragu. Suasana begitu hening mengurung kami berdua. Aku menyandarkan kepalaku ke dada laki-laki itu. Tidak ada suara apa pun di tempat ini, kecuali detak jantungku sendiri. Degup yang sudah cukup lama ini terasa sangat lemah. Aku menikmati detak jantungku yang menjelma nada indah tersendiri bagiku.

"Apa kita bisa menghitung suara ini?" kataku menunjuk bunyi jantungku.
"Ya, tentu. Hitunglah. Akan sangat menyenangkan kalau kita menghitung sesuatu yang kita sukai."
"Apa suara ini akan selalu berbunyi selamanya?"
"Tidak. Dia akan berhenti, kalau kau sudah mati."
"Mati? Pergi ke surga, seperti ayahku? Begitukah?"
"Ya."
"Kalau aku mati, apa aku bisa bertemu ayahku?"
"Tentu saja."
"Aku ingin sekali suara ini berhenti berbunyi," kataku pelan.
"Ibumu akan bersedih jika kau meninggalkannya," jawab laki-laki itu.

"Jangan beritahu ibuku kalau aku mati. Berjanjilah untuk diam. Seperti yang dilakukan ibu padaku dulu, ketika ayah meninggalkan kami."
"Bagaimana dengan temanmu, Ramadhani?"

Aku terhenyak. Ramadhani? Ah, aku melupakannya. Apa aku tega meninggalkannya begitu saja? Tapi…bukankah aku sudah mengatakan hal ini kepadanya dulu, di satuan waktu yang lain? Tentu dia akan mengerti.
Aku baru saja akan mengatakan pada laki-laki itu bahwa Ramadhani akan baik-baik saja jika harus kutinggalkan, tetapi dia telah lenyap dari pandanganku. Aku tidak lagi berada dalam pelukannya. Suasana yang putih berkabut kini berganti dengan taman yang sangat indah dan penuh bunga. Aroma wangi dari kelopak-kelopak yang bermekaran memenuhi tempat yang belum pernah sekalipun kutemui ini.
Saat itu, di kejauhan, aku kembali melihat sosok ayahku berdiri sendiri. Kali ini dia menatap ke arahku dan tersenyum. Aku membalas senyumannya dengan berjalan menujunya. Tetapi pandanganku mendadak mengabur. Aku berjalan terus sampai semuanya semakin tak terlihat olehku. Aku menghentikan langkahku dengan rasa kecewa.
Aku teringat pada teman kecilku. Ramadhani, kalau setelah ini aku harus pergi, maka semua yang kulihat barusan akan menjadi satu mimpi terindah sebelum matiku. Kataku dalam hati.

AKU lihat kau duduk di samping pembaringanku. Matamu teduh tetapi berkaca-kaca. Ruangan rumah sakit ini lebih tampak seperti kamar mayat. Dingin, sepi, dan jiwa-jiwa yang beku. Aku masih tertidur. Sesekali berteriak menyapamu, tetapi kau tak mendengarku. Mimpi yang kulihat masih tersisa dengan kaburnya. Kau takkan percaya, Ramadhani, aku bertemu ayahku dalam mimpiku.

Aku teringat dunia yang lain. Waktu kau, Ramadhani, menciumi bibirku ketika aku bicara tentang mati. Tapi kini kau tampak sedikit berbeda. Wajahmu terlihat sangat ketakutan seolah sedang menonton opera kematian. Dan, ah, Ramadhani, lihat! Ayahku datang lagi. Mimpiku jelas kembali. Dengan cepat aku menenggelamkan diri di gambaran mimpiku.

Di belakangku, ayahku merentangkan tangannya untukku. Dadaku penuh rasa rindu yang tak tertawar lagi. Dan…di arah yang berlawanan, "Hei, itu kau, Ramadhani. Kau juga di sini?" tanyaku. Tapi kau diam. Kaku. Tak lama kemudian kau memanggil namaku dengan sangat pelan. Nyaris tak terdengar olehku. Sebenarnya kau mau aku datang padamu atau tidak?

Aku tak bisa memilih. Antara ayahku dan kau, dalam mimpiku. Napasku sudah total terengah-engah. Ini melelahkan, Ramadhani. Tetapi juga menyenangkan. Pengalaman unik yang tak bisa sembarangan diceritakan. Aku yakin sekali ini jauh lebih menarik daripada menghitung langit atau bintang.

Kemudian semua terpastikan. Seseorang di atas kepalaku, menarik sesuatu dari tubuhku. Ada yang terlepas dengan begitu lekas. Sangat cepat, tetapi sempat membuatku tercekat.

Aku lupa semua mimpiku. Tiba-tiba ayahku sudah memelukku dengan eratnya. Sementara kau menangis di pelukan ibuku, di ujung pembaringanku. Dokter mencabut selang infusku. Aku berteriak untukmu, "Aku akan merindukan ciumanmu, Ramadhani." Tapi lagi-lagi kau tak dapat mendengarku, melainkan hanya terus menangis.


Tuesday, 29 August 2017

On August 29, 2017 by zainuddin in    No comments
PACARAN MUNURUT AGAMA ISLAM

Pacaran seperti yang biasa dilakukan oleh anak muda akhir-akhir ini sangat tidak di anjurkan dalam islam karena bertentangan dengan ajaran islam yang tidak memperbolehkan pacaran. Hubungan pacaran gdalam islami di sebut ta’aruf dan ini sangat bertentangan dengan pacaran “bebas” yang akhir-akhir ini sering kita saksikan di tengah masyarakat yang terpengaruh budaya barat.
Pacaran dalam islam sangat ketat bagi anak-anak remaja zaman sekarang. Remaja zaman sekarang mungkin sudah banyak lepas dari ajaran-ajaran islam. Gara pacaran anak sekarang banyak yang sudah lewat batas. Pacaran kalau tidak dengan nafsu mungkin sudah tidak asyik lagi (kata sebagian besar anak remaja). Tapi apakah mereka tidak takut dengan hukuman yang mereka akan dapatkan nantinya?. Mungkin banyak yang berfikir seperti itu tapi setelah mereka bertemu dengan lawan jenisnya atau pacaran . semua itu tidak berlaku lagi. Yang pasti semua itu berpengaruh oleh hasutan setan masih ingatkan dengan sabda rasulullah “jika dua lawan jenis berduaan, maka yang ketiga adalah setan”. Mungkin karena itulah anak remaja zaman sekarang kelewatan batas dalam berpacaran.
Pacaran dalam hokum islam sangat dilarang, yang di perbolehkan adalah ta’arauf, namun ini juga masih sering di perbincangkan. Pacaran dalam islam ta’arauf ini ada banyak batasannya.

Batasan dalam berpacaran munurut hokum islam adalah sebagai berikut:
·         Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, diantara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman dan lain sebagainya.
·         Tidak menyentu perempuan yang bukan muhrimnya karena sudah ada hokum islamnya
·         Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.
·         Harus menjaga mata atau pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya hati, dan pandangan itu mengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina.
·         Menutup aurat sangat di wajibkan kepada kaum wanitauntuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontongkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan pakaian yang mempertontongkan lekuk tubuhnya,yang memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya setiap langkahnya di kutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina mata dcengannya.dihari kiamat nanti perempuan yang seperti itu tidak akan mencium baunya surga apalagi masuk surga.
Selagi batasan ta’aruf di atas tidak dilanggar, maka pacaran dalam islam seperti yang di jelaskan di atas hukumnya boleh tapi persoalannya sanggupkah pacaran tampa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan sebagainya.setelah itu terserah diri bagaimana menyikapinya jika Ipmawan/ipmawati sudah tau akibatnya dari perbuatan, harus berfikir dewasa dalam menyikapinya.

Pacaran itu tidak nikmat dan tidak special
Mana yang lebih enak ?
Menyentuh wanita setelah menikah atau sebelum menikah?
Memandang wanita setelah menikah atau sebelum menikah?
Berboncengan berdua setelah menikah atau sebelum menikah
Jalan berdua bergandengan tangan setelah menikah atau sebelum menikah?
Kata-kata mesrah lebih menyenangkan di ucapkan setelah menikah atau sebelum menikah?

Saya simpulkan:
Kalau sudah di sentuh sebelum menikah, sudah tidak ada lagi nikmatnya setelah menikah.
Kalau sudah di pandang sebelum menikah, sudah tidak ada lagi defg-degannya lagi setelah menikah.
Kalau berboncengan sudah biasa sebelum menikah, sudah tidak ada lagi spesialnya setelah menikah.
Sama juga dengan jalan berdua, apalagi sudah berzina lebih dulu.
“surga itu dihiasi dengan perkara-perkara yang di benci, sedangkan neraka di hiasi dengan hal-hal yang di sukai”(HR.Bukhari dan Muslim)
 Sobat ipmawan/ipmawati
Kalau begitu…
Ngapain pacaran bertahun-tahun?
Kalau gitu…
Kenapa tidak segera di nikahi saja wanita pilihannya?
Biar dapat hal special dan nikmat di atas, dari pada terus menerus dalam kubangan dosa.


Thursday, 24 August 2017

On August 24, 2017 by zainuddin in    No comments
JODOHKU MAUNYA SIH KAMU


Aku  memang mencitainya, tetapi aku lebih mencintai Allah
Aku memang menanti bersamanya, tapi aku lebih menanti rabbku di surge
Aku memang merindukannya , tetapi sekali lagi aku lebih merindukan Allah sang maha pencipta hati
Janganlah kamu terlalu pautkan rasamu kepadanya yang belum tentu jodohmu
Jangan terlalu berangan-angan memikirkan dia sedangkan engkau melupakan Allah
Cintailah orang yang engkau cintai sekadarnya saja, semua sudah di atur maka ikhlaskan lah dia.

Sebagai seorang ipmawati yang berusaha memperbaiki diri dan menemukan pelengkap hati yang kosong ini. Ku ingin engkau segera datang, janganlah engkau terus bersembunyi dariku. Ku yakin mungkin saat ini engkau ada di sampingku namun aku tidak pernah mengetahuinya. Kuyakin engkau sama sepertiku yang senantiasa menunggu hingga takdir mempersatukan kita dengan selalu memanjatkan doa kepada Allah.
Kuyakin engkau adalah pelengkap diriku yang serba kekurangan ini,kuyakin engkau menjadi melengkap yang mampu menyempurnakan hati ini, dimanapun kau berada aku selalu disini dan selalu disini hanya untukmu, hanya untuk menunggumu. Entah sampai kapan engkau akan datang aku akan terus menantimu. Ketika malam datang  ku menatap kelangit mungkinka engkau juga melakukan hal yang sama? Mungkinkah engkau seperti binta yang selalu kulihat dan aku kagumi sinarnya?, atau mungkin kau jauh di sana layaknya jutaan bintang yang beraburan menjadi satu di angkasa yang tak muda kutemukan. Namun percayalah mesti berjuta-juta kilometer jarak di antara kita namun kita akan tetap menjadi satu saat tiba takdir yang mempersatukan kita.
Engkau tak pernah kutahu dan kukenal namun keberadaanmu selalu kutunggu dan kuharapkan
Meskipun tak ku tahu, aku yakin Allah akan memberikan aku iman yang baik kelak. Tidak pernah aku tahu engkau adalah pria seperti apa dan bagaimana dirimu namun yang kutahu tidak ada yang sia-sia bila kita telah di pertemukan. Kuyakin engkau lebih baik dariku diriku yang lebih banyak memiliki kekurangan ku yakin engkau adalah pelengkap jiwaku , bagaikan cahaya yang selalu menyinari hati yang gelap, bagaikan hujan yang selalu membawa kesejukan, dan bagaikan bunga indah yang membawa kedamaian.
Bagaimana pun engkau sekarang dan bagaimana dirimu aku akan selalu menerimamu dan menunggumu. Kuyakin kau akan datang dan merubah segalahnya menjadi lebih baik.
Dirimulah yang selalu ada dalam hati dan doa yang selalu kupanjatkan
Dimanapun tempatmu aku tidak akan lelah pernah lelah mengharapkan kedatanganmu, bagaikan mentari yang tidak pernah lelah menyinari setiap harinya. Dengan senyuman ini aku akan selalu ikhlas menunggumu seberapa jauh dirimu denganku, ku akan menjaga hati ini hanya untukmu jodohku. Mungkin kita tidak pernah tahu jalan hidup kita. Mata memang belum pernah melihatmu namun hati dan jiwa ini akan merasakan dirimu akan datang dan disampingku.
Diriku memang jauh dari kata sempurna namun aku akan berusaha memberikan cinta yang sempurna untuk hatimu
Maafkan aku yang mungkin masih jauh dari kata sempurna, namun izikan diriku berusaha memberikan cinta yang sempurna untukmu. Izinkan perempuan yang sederhana dan sangat biasa ini memberikan cintanya untukmu. Mungkin aku belum pantas untuk dirimu namun aku akan berusaha untuk memantaskan diri dan memberikan cinta yang sempurna untukmu jodohku, ku akan menjaga hati ini hingga kau hadir dan mengambilnya.
Aku yakin kau adalah seorang pangeran yang di kirim tuhan untuk menjadi pendamping yang terbaik dalam hidupku
Kelak kamulah yang kelak menjadi seorang imam pendamping hidup ku yang terbaik. Kuyakin denganmu lah ku mampu lebih mendekatkan diri pada Allah. Kuyakin bersamamulah kujalani kehidupan kelak yang lebih baik lagi. Engkau sebagai pengarahku, sebagai pemimpingku dan membina keluarga dan menjadi pembimbingku dalam kehidupan yang kujalani. Bersamamu kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia. Ku menantikan saat itu. Mungkin saja aku masih sangat jauh namun jangan hawatir aku masih di sini untuk menantimu.
Aku yakin takdir akan segera mempertemukan kita aku akan tetap bersabar untuk menantikan kebahagiaan itu
Tidak pernah ku lelah menantikanmu karena ku tahu kau adalah kebahagiaanku, engkau adalah pembimbingku menuju jalan yang lebih baik kelak , aku akan selalu mengikuti setiap langkahmu ku akan mengabdikan diri untuk membahagiakanmu dan bersamamulah ku ingin menjalani kisah cinta yang sempurna kelak. Engkau akan selalu ada untukku dan aku akan selalu ada untukmu bersama kita akan menjalani hidup hingga maut memisahkan kita

Sumber : dari buku KETIKA IPMAWAN/WATI JATUH CINTA pengaran Sulaiman dan Aisyah
On August 24, 2017 by zainuddin in    No comments
Indahnya pelangi cinta di IPM

Berbicara soal fitrah, salah satu fitrah dari seseorang manusia adalah memiliki rasa cinta kepada lawan jenisnya, rasa cinta itu bisa muncul berawal dari rasa simpati dan kekaguman kita terhadap lawan jenis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan fitrah yang satu ini. Namun bagaimanakah bila fitrah merasakan jatuh cinta di alami oleh seorang aktifis dakwah Ikatan Pelajar Muhammadiyah. 
  
Sobat Ipmawan dan Ipmawati
Kader ikatan pelajar muhammadiyah juga merupakan manusia biasa, mereka bukan malaikat yang tidak memiliki nafsu, Ipmawan dan Ipmawati pun memiliki naluri Ghuriza Nau’ yaitu naluri untuk mempertahankan keturunan, naluri itulah yang bisa memunculkan adanya rasa suka, rasa kagum dan rasa cinta terhadap lawan jenis. Tidak bisa di pungkiri seorang pelajar Muhammadiyah justru malah rentang dilanda virus merah jambu. Mengapa begitu? Karena kita semua tahu bahwa orang-orang yang menjadi aktivis Ikatan Pelajar Mumammadiyah rata-rata memiliki pemahaman ilmu agama yang pas-pasan, pasti mereka juga berharap mendapat pasangan yang shalih-shalihah, nah hal inilah yang bisa menimbulkan seorang pelajar muhammadiyah dilanda fitrah jatuh cinta, bagaimana tidak jatuh cinta bila kita melihat seorang lawan jenis kita yang shalih/shalihah, rajin ibadah, pinter, apalagi lagi ganteng/cantik pasti di dalam hati pelajar Muhammadiyah ada rasa kagum dan rasa harap “Wah si Ipmawan/Ipmawati itu shalih/shalihah banget, benar-benar kriteria calon suami/istri idaman ya, andai aja dia nanti jodohku” begitu mungkin yang terfikirkan oleh sebagian dari mereka.

Dari rasa kagum dan rasa harap itulah lama-lama Ipmawan/Ipmawati terjebak dalam panah asmara dari sang Arjuna atau sang Cinderella, adu duh ini mulai berbahaya.

Rasa cinta sesame aktivis dakwa di Iktan Pelajar Muhammadiyah juga bisa muncul karena seringnya berinteraksi di antara mereka, awalnya mungkin beriteraksi karena kepentingan organisasi lama-lama muncullah baper (Bawa perasaan) di antara mereka, meskipun interaksi antara Ipmawan/Ipmawati di batasi dengan hijab pembatas tetapi tetap saja potensi munculnya rasa cinta itu tetap saja ada, kita tahu sendiri bagaimana setan juga bisa menjadi factor munculnya rasa cinta itu, bisikan-bisikan itu mulai muncul di hati.

Ketika seorang aktivis dakwah Ikatan Pelajar Muhammadiyah jatuh cinta dengan lawan jenisnya ini bisa menjadi sebuah dilemma dan ujian berat bagi yang menyadarinya.
Seorang Ipmawan/Ipmawati yang notabene di bebani amanah untuk menjadi tauladan bagi teman-teman lain yang nonaktivis IPM dalam berikap dan menjalani pergaulan tentunya sudah tahu bagaimana aturan-aturan pergaulan dalam islam.
Mereka pasti sudah tahu bahwa tidak ada jalan lain bagi orang yang sedang jatuh cinta selain menikah. Namun mereka sendiri sadar bahwa mereka belum siap menjalani pernikahan karena masih merasa masih banyak impian yang harus di wujudkan. Saat itulah Ipmawan/Ipmawati merasa tertekan dan sangatlah bimbang. Banyak di antara mereka yang berhasil mengatasi hal ini dengan kembali mentauhidkan diri pada ilahi dan menginkhalaskan cinta itu pergi karena yakin bila jodoh pasti akan kembali. Namun tidak sedikit dari mereka yang terjebak dengan TTM (Ta’aruf tapi Mesra). Mereka mengaggap bahwa apa yang mereka lakukanadalah benar. Sering sms san berkedok dakwah dan salin mengingatkan padahal itu semua bisikan-bisikan setan yang menghancurkan.
Jika hal ini terjadi terus menerus dan di ketahui oleh orang umum yang bukan aktivis dakwah tentunya ini akan sangat merusak citra dakwah dan citra islam itu sendiri.

Lalu bagaimana sih yang harus di lakukan seorang aktivis dakwah bila dia sudah terlanjur terkena fitrah ? berikut tipsnya.

1.    Bagi apara ipmawan yang memang sudah siap untuk menikah gak usah di tunda-tunda lagi kalau memang keadaannya sudah memungkinkan. Segera hubungi ustadz untuk membantu prosesnya karena hal yang demikian ini lebih selamat bagi para remaja yang sudah tidak bisa lagi membentengi diri dari berhubungan lawan jenis di luar nikah dari pada sampai terjerumus dalam perzinahankan? Pokoknya sekali lagi Naudzubillah deh pokoknya. Kaitannya dengan hal ini nabi SAW telah bersabda “wahai para pemuda siapa di antara kalian yang memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga) maka hendaklah dia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menkaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu melaksanakannya, maka hendaklah mereka berpuasa karena puasa itu akan meredakan hasrat seksual. “ [riwayat Muslim]. Dalam lafadz riwayat iman tirmidzi “wahai para pemuda, Menikahlah! Karena nikah itu lebih bisa menahan pandangan dan kemaluan kalian , barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa sebab puasa itu adalah perisai.”

2.    Nah kiat selanjutnya para ipmawan adalah berusaha untuk ikhlas semata karna Allah dalam beribadah. Hindari rasa Riya’,semangat ibadah karena pujian dan perhatian manusia,terutama dengan tujuan pengen dianggap wah oleh sipujaan hatinya, wah bahaya tuh, segera intropeksi dan ikhlaskan niat beribada semata karena Allah SWT . karena apabila seseorang sudah bisa benar-benar ikhlas dalam beribadah maka timbullah rasa cintanya kepada Allah yang mampu ngalahkan segala cinta dan kerinduan kepada selainnya. Syaikhul Islam pun pernah mengatakan “sungguh apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada ALLAH dan telah ikhlas kepadanya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis dari manisnya beribadah kepad aAllah SWT.” Maka wahai Ipmawan apabila seseorang sudah merasakan keindahan dan kenikmatan cinta kepada Allah dengan beribadah kepadanya maka ia tidak akan beralih pada cinta lain karena puncak kecintaan yang tertinggi adalah cinta kepada Allah Ta’ala.

3.    Hal yang tidak boleh di tinggalkan para Ipmawan/Ipmawati apabila di landa kagum yang berlebih, interaKSI dan kerinduan terhadap lawan jenis sedangkan belum mampu untuk menikah adalah jangan sampai lupa berdoa kepada Allah SWT agar terlepas dan di jauhkan oleh fitnah-fitnah tersebut. Tentunya do’a yang sungguh-sungguh, maksudnya adalah do’a yang di barengi dengan usaha kita untuk menjauhkan diri dari sebab-sebab yang menimbulkan fitnah tersebut. Karena ingatlah para Ipmawan/Ipmawati, bahwa setiap doa itu bermanfaat, meskipun tidak allah Kabul;kan secara langsung karena nabi SAW perna bersabda dalam riwayat iman ahmad “ tidaklah seorang muslim yang berdo’a dengan do’a yang tidak untuk keburukan dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuuali Allah akan memberikan tiga kemungkinan: do’anya akan segera di balas, akan di tunda sampai keakhirat atau ia akan di jauhkan dari keburukan yang semisal.”maka bersabarlah dalam berdo’a, karena allah tidak akan menyia-nyiakan do’a seorang hamba yang ikhlas memohon kepadanya.

4.   Yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan cara menundukkan pandangan yang kita kenal dengan istilah”Ghodhul bashar” apasih menundukkan pandangan itu ? apakah dengan cara kita selalu menunduk di setiap tempat? Selalu menunduk setiap berjalan? Repot dong ya kalau begitu , bukan menundukkan pandanga seperti ini yang dimaksud. Terus yang bagaimana? Menundukkan pandangan disini yang di maksud adalah menundukkan atau memalingkan pandangan dari segala sesuatu yang di haramkan oleh Allah Ta’ala. Terkhusus lagi yang masuk kedalam pembahasan kita kali ini yang mampu membangkitkan syahwat. Menurut Ibnu Taimiyah “menundukkan pandangan dapat dilakukan dengan tidak melihat aurat baik yang lawan jenis maupun sejenis atau dengan tidak memandang wanita yang bukan mahram baginya.” Maka dengan menahan pandangan ini seorang mampu meredam gejolak syahwat yang berkobar dalam hatinya. Pandangan pertama yang tidak di sengaja itu tidak mengapa, namun apabila pandangan tersebut dilakukan secara berulang-ulang (di ulangi secara sengaja) maka itulah yang menjadi penyebab maksiat dan dosa.

5.    Menyibukkan diri dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat baik bagi dunia maupun akhiratnya. Karena apabila seseorang lebih banyak memiliki waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik maka semakin banyak juga kesempatannya untuk memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan membayangkan hal-hal yang di haramkan. Maka benarlah apa yang di katakan oleh seorang sufi kepada imam syafi’I “apabila kamu tidak menyibukkan dirimu dengan hal-hal baik maka dirimu akan di sibukka dengan hal-hal yang kurang baik (buruk).” Dengan banyaknya aktivitas masing-masing Ipmawan/Ipmawati dalam hal-hal yang bernilai positif maka ini akan membantu mereka dalam menghilangkan pikiran dan lamunan mereka terhadap lawan jenis yang mereka kagumi tadi.

6.   Yang terakhir yang tidak boleh ditinggalkan tentunya tidak dapat dipungkiri kalau Ipmawan/Ipmawati falling in love pada seorang aktivis daklah lain teman majelisnya karena memiliki sifat-sifat positif yang ada pada diri sang pujaan hati. Maka nih sobat tidak adil kalau cara menilai seperti itu. Sama teman yang lain saja di akui kekurangan dan kelebihannya, tapi kenapa kalau sama si dia hanya di akui ke baikannya saja padahal dia juga punya sifat negative. Makanya nih kiat yang kami maksud lihat juga sisi negative yang di miliki sang Ipmawan/Ipmawati yang sudah terlanjur jadi pujaan hati bukan berarti kita harus berprasangka burukya kan yang namanya manusia tidak ada yang sempura kecuali Rasulullah SAW.

Setidaknya kiat-kiat diatas dapat kita coba buat mengurangi rasa kekaguman dan kerinduan sama lawan jenis (bagi teman yang sudah terjangkit firus merah jambu) juga dapat menjaga diri kita dari terjerumus kedalam dosa besar yaitu zina. Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah dakwah ini tampa adanya fitnah akibat fitrah.

Sumber : buku/novel KETIKA IPMAWAN/WATI JATUH CINTA oleh pengaran sulaiman dan Aisyah